Thursday, September 7, 2017

Dawud as dalam munajatnya berkata,
"Wahai Tuhanku, siapakah orang yang tinggal dalam rumahMu dan siapakah orang yang Kau terima shalatnya?"

Lalu Allah mewahyukan kepadanya,
"Wahai Dawud, yang tinggal di rumahKu dan yang Aku terima shalatnya hanyalah orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu.
Ia lalui siangnya dengan ingat kepadaKu dan ia menahan jiwanya dari syahwat karena Aku.
Ia memberi makan kepada orang yang lapar, ia melindungi orang asing yang sedang dalam perjalanan, dan menyayangi orang yang tertimpa bencana.
Itulah orang yang cahayanya cemerlang di langit seperti matahari.
Jika ia berdoa kepadaKu maka Aku perkenankan. Jika ia memohon kepadaKu maka Aku memberinya.
Aku jadikan di dalam kebodohan sebuah kesantunan baginya, dalam kelalaian sebuah keingatan, dan dalam kegelapan sebuah cahaya.
Perumpamaannya di kalangan manusia adalah seperti Firdaus pada setinggi-tinggi surga yang sungai-sungainya tidak kering dan buah-buahannya tidak berubah."

(Riwayat dari Ibnu Abbas ra dikutip dari Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali)

Friday, August 25, 2017

"Sesungguhnya hati itu bisa bosan sebagaimana badan pun bisa bosan (letih), karena itu carikanlah untuknya hiburan yang mengandung hikmah"- Ali bin Abi Thalib

Thursday, August 24, 2017

"Hai anakku, ketahuilah sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama taqwa, isinya ialah iman dan layarnya ialah tawakal kepada Allah."
- Luqman al Hakim

Friday, August 18, 2017

Ukhuwah itu bukan terletak pada indahnya pertemuan dan manisnya kata di lidah, melainkan ingatan seseorang di dalam doa untuk sahabatnya. - Imam Ghazali -

Monday, August 14, 2017

Kesabaran Musa as

Musa as adalah salah seorang nabi yang menanggung derita yang dalam akibat perlakuan kaumnya namun ia tetap bersabar demi keridhoan Allah Ta'ala. Kesabaran beliau ini pernah dipuji oleh Rasulullah saw dalam hadits yang dikisahkan oleh Abdullah bin Umar:

"Suatu hari Rasulullah Muhammad (saw) tengah membagikan sesuatu (di antara para sahabat). Lalu seorang laki-laki berkata: "Pembagian ini tidak dilakukan (dengan adil) berdasarkan keadilan Allah."
Aku pun menuju Rasulullah dan memberi tahu tentang perkataan itu. Kemudian Rasulullah menjadi demikian marah hingga aku lihat tanda-tanda kemarahan yang sangat nyata di wajahnya. Kemudian Rasulullah bersabda, "Semoga Allah mengaruniakan rahmat atas Musa,  ia diperlakukan lebih buruk dari ini akan tetapi ia tetap bertahan dalam kesabaran."
(Shahih Bukhari)

Rasulullah saw bersabda, "Nabi Musa adalah seorang yang pemalu dan biasa menutup seluruh tubuhnya karena rasa malunya itu. Tapi salah satu Bani Israil menyakitinya dengan berkata, "Ia menutup badannya seperti itu untuk menutupi cacat di kulitnya, entah oleh penyakit lepra atau hernia di bagian kemaluan, atau penyakit lainnya."
(HR Abu Hurairah)

Tuesday, July 18, 2017

Keutamaan Fathimah Sang Salah Satu Perempuan Penghulu Surga

Ali r.a berkata kepada murid-muridnya, "Maukah aku ceritakan kepada kalian mengenai Fathimah, putri Rasulullah saw. yang sangat beliau cintai?"
Murid-muridnya berkata, "Tentu."
Ali r.a. pun bercerita, "Dengan tangannya, Fathimah menggiling gandum sehingga timbul kapalan di tangannya. Ia mengisi tempat air sendiri dan bekasnya terlihat di dadanya. Ia juga menyapu seluruh bagian rumah sehingga bajunya kotor dan kumal.
Suatu ketika, Rasuluillah saw. mendapatkan beberapa hamba sahaya wanita. Aku berkata kepada Fathimah r.a., "Pergilah kepada Rasulullah dan mintalah pembantu kepada beliau agar dapat meringankan pekerjaanmu." Fathimah r.a. pun datang ke majelis Nabi saw. Namun, karena saat itu banyak orang, ia malu menyampaikan maksudnya. Akhirnya ia kembali ke rumah.
Keesokan harinya, Rasulullah saw. mengunjungi rumah kami dan berkata kepada Fathimah r.a., "Wahai Fathimah, apakah maksudmu kemarin Engkau datang kepadaku?"
Karena malu, Fathimah diam saja.
Aku berkata, "Ya Rasulullah, ia menggiling gandum setiap hari sehingga timbul kapalan di tangannya, dan ia mengisi air hingga berbekas di dadanya, ia juga selalu membersihkan rumah sehingga kumal dan kotor bajunya, maka kemarin aku suruh ia mendatangi Engkau untuk meminta seorang pelayan, karena aku dengar ada beberapa hamba sahaya wanita padamu."
Fathimah r.a. berkata kepada Nabi saw., "Ya Rasulullah, aku dan Ali hanya memiliki sebuah kasur dari kulit kambing. Pada malam hari kami gunakan untuk tidur, dan pada siang hari kami gunakan untuk tempat rumput makanan unta."
Rasulullah saw. bersabda, "Wahai anakku, bersabarlah. Selama sepuluh tahun Musa a.s. dan istrinya hanya tidur di atas satu alas tidur, yaitu hamparan mantel Musa a.s. Bertakwalah kepada Allah dan tetaplah menyempurnakan kewajibanmu dan pekerjaan rumahmu. Ketika kamu akan berbaring tidur, bacalah: SUBHANALLAH 33 KALI, ALHAMDULILLAH 33 KALI, dan ALLAHU AKBAR 33 KALI, ini lebih baik daripada seorang pembantu." Fathimah r.a berkata, "Aku rela dengan keputusan Allah dan Rasul-Nya."
Setelah Nabi mendengar Ucapan Fatimah, Beliau terus bangun menuju gilingan dan mengambil sedikit gandum dengan membaca BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM. seketika itu gilingan berputar sendiri dengan izin Allah Ta'ala.
''Wahai Fatimah, andaikata Allah menghendaki, maka gilingan itu pasti menggiling sendiri, tetapi Allah menetapkan amal kebaikanmu, melebur kejelekanmu, dan meninggikan derajatmu."
Beliau lalu melanjutkan wasiat-wasiatnya.
"Wahai Fathimah, wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti menetapkan kebaikan setiap biji gandum, melebur kejelekannya, dan meningkatkan derajat wanita itu."
"Wahai Fathimah, wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suaminya, niscaya Allah menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah dinding."
"Wahai Fathimah, tiadalah seorang wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan menyucikan pakaiannya, melainkan Allah pasti menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberikan pakaian seribu orang."
"Wahai Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah Ta'ala menahannya dari minuman telaga Kautsar pada hari kiamat."
"Wahai Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan diatas adalah keridhaan suami terhadap istrinya.Andaikata suamimu tidak ridha padamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fatimah, Keridhoan suami merupakan bagian dari keridhoan Allah, Kemurkaan suami merupakan bagian dari kemurkaan darii Murka Allah Ta'ala."
"Wahai Fathimah, apabila wanita itu mengandunga anaknya diperutnya, maka para Malaikat memohonkan ampun baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan dan melebur seribu kejelekannya, dan ketika wanita itu terasa sakit akan melahirkan, maka Allah menetapkan pahala baginya seperti pahala para pejuang dijalan Allah Ta'ala. Jika ia melahirkan kandungannya, maka dosa-dosanya diampuni seperti ketika dilahirkan ibunya dan tidak keluar dari dunia dengan membawa dosa apapun, dikuburnya akan mendapatkan pertamanan dari pertamanan-pertamanan surga, Allah memberikan padanya seribu pahala ibadah Haji dan Umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampun kepadanya sampai hari kiamat."
"Wahai Fathimah, tiadalah wanita yang berkhidmat melayani suaminya sehari semalam dengan rasa senang dan ikhlas serta niat yang benar, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya dan memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan, dan Allah memberikan padanya pahala seribu ibadah Haji dan Umrah."
"Wahai Fathimah, tiadalah wanita yang senyum dihadapan suaminya, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan kasih sayang."
"Wahai Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suaminya, melainkan malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu untuk menghadapi amalnya, dan Allah mengampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang."
"Wahai Fathimah, tidalah wanita yang meminyaki kepala suaminya dan jenggotnya serta mencukur kumisnya dan memotong kukunya, melainkan Allah memberikan minuman kepadanya dari arak yang di lak dari sungai-sungai surga, Allah mempermudah sakaratul mautnya, menjumpai kuburnya merupakan pertamanan dari taman-taman surga, dan Allah menetapkan baginyya bebas dari neraka serta dapat melintasi As-Shirat."
Fathimah Az-Zahra adalah salah satu wanita dari empat wanita yg menjadi Penghulu Syurga.
Allahumma shalli 'alaa Sayyidina Muhammad
Wa 'alaa aali Sayyidina Muhammad

Thursday, July 6, 2017

Keutamaan Kaum Muhammad Yang Luar Biasa Bahkan Musa as Pun Memintanya

Musa as. berdoa, "Wahai Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku sebagian derajat Muhammad Saw. dan umatnya."
Maka Allah Ta'ala berfirman, "Wahai Musa, Sesungguhnya kamu tidak sanggup pada yang demikian. Tetapi Aku akan memperlihatkan kepadamu satu tingkat dari beberapa tingkatnya yang mulia dan benar. Aku melebihkannya dengan tingkatan itu atasmu dan di atas semua makhluk-Ku."

Kemudian dibukakanlah untuk Musa as. dari alam malakut langit. Maka Musa melihat kepada satu tingkat, dimana satu tingkat itu hampir membinasakan dirinya dari cahaya yang memancar darinya. Dan didekatkannya ia kepada Allah Ta'ala. Maka Musa as. bertanya, "Wahai Tuhan, dengan apa kiranya Engkau sampaikan Muhammad pada derajat kemuliaan ini?"

Allah Ta'ala berfirman, "Dengan budi pekerti yang Aku khususkan kepadanya diantara mereka. Yaitu mengutamakan orang lain atas dirinya sendiri. Hai Musa, tidak ada seorang yang datang kepada-Ku, dimana ia telah berbuat seperti itu pada satu waktu dari umurnya, kecuali Aku malu untuk menghitung amalnya. Maka Aku tempatkan ia di surga-Ku, dimana saja ia kehendaki."

(Dikisahkan oleh Sahal bin Abdullah At Tusturi, tertuang dalam Kitab Ihya Ulumuddin, karya Imam Al Ghazali)