Showing posts with label Sabar. Show all posts
Showing posts with label Sabar. Show all posts

Wednesday, May 3, 2017

Sabar Menanggung Kesulitan

Maka janganlah takut, wahai kalian yang didera oleh penderitaan;
Karena akan ada masa penyembuhan bagimu.
- Kitab Nabi Idris 96:3

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Alam Nasyroh: 5)

Kawan, menjadi seorang pecinta itu harus menelan dukanya! Dimanakah dukamu? Diamlah! Karena kesabaran itu memerlukan kedewasaan. Dimanakah kedewasaan? ...
- Jalaluddin Rumi

Bersabarlah kalian, karena dunia ini pernuh dengan penderitaan dan musibah. Tidak ada satu pun kenikmatan, kecuali di dalamnya ada bencana; tidak ada satu pun kegembiraan, kecuali disertai kekhawatiran; dan tidak ada satu pun keluasan, kecuali bersamanya ada kesempitan.
- Syaikh Abdul Qadir Jailani

Saturday, April 8, 2017

Iman yang utama adalah sabar dan memaafkan. (HR Bukhari)

Monday, February 6, 2017

“Sesungguhnya jika Allah akan mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberikan ujian kepada mereka. Barang siapa yang bersabar, maka kesabaran itu bermanfaat baginya. Dan barang siapa marah (tidak sabar) maka kemarahan itu akan kembali padanya.”
(HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Monday, November 14, 2016

"Manusia mengira bahwa kesabaran hanyalah sekedar menanggung penderitaan dan tidak mengeluh.
Kesabaran, sesungguhnya adalah menerima bahwa Dia-lah yang meletakkanmu dalam sebuah keadaan, lalu bersabar untuk tidak mengadu kepada siapapun selain kepada-Nya, dan meminta-Nya untuk mengangkat keadaan itu untukmu."
~ Ibnu 'Arabi

Wednesday, August 7, 2013

Ketabahan hati yang mantap untuk berbhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah timbul di dalam pikiran orang yang terlalu terikat pada kenikmatan indria-indria dan kekayaan material.

(Sloka 2.44)

Penjelasan: samadhi berarti "pikiran yang mantap". Dalam kamus Veda yang berjudul Nirukti, dinyatakan "apabila pikiran sudah mantap untuk mengerti sang roh, maka dikatakan bahwa pikiran berada dalam samadhi" Samadhi tidak pernah dimungkinkan bagi orang yang tertarik pada kenikmatan indria-indria material, ataupun bagi mereka yang dibingungkan oleh hal-hal yang bersifat sementara seperti itu.


Orang yang menempuh jalan ini bertabah hati dengan mantap dan tujuan mereka satu saja.

(Sloka 2.41)