Showing posts with label Ali kw. Show all posts
Showing posts with label Ali kw. Show all posts

Wednesday, May 9, 2018

“Allah menyayangi orang-orang yang mengetahui kadar dirinya ; tidak melewati batas dirinya; menjaga lisannya dan tidak menyia-nyiakan umurnya”

- Ali bin Abi Thalib ra

Monday, January 15, 2018

Janganlah sekali-kali engkau malas.
Sebab, barangsiapa yang malas, maka sesungguhnya dia tidak melaksanakan hak Allah.

- Ali bin Abi Thalib ra

Wednesday, November 1, 2017

Wahai manusia, sesungguhnya dunia ini adalah negeri yang sekedar dilalui, sedangkan akhirat adalah tempat kediaman yang abadi. Oleh karena itu ambillah dari negeri yang kalian lalui ini perbekalan-perbekalan untuk tempat kediaman yang abadi. Di dunia ini kalian memerlukan harta, sedangkan di akhirat nanti kalian memerlukan amal
- Sayyidina Ali ra

Sunday, October 8, 2017

- Sesungguhnya kebenaran itu berat dan sehat, sedangkan kebathilan itu ringan dan berpenyakit.

- Jalan ini adalah medan yang banyak gangguan di dalamnya, maka orang yang sehat akan selamat dan orang yang sakit akan binasa.

- Masukkanlah kesusahan pada kebenaran.

- Tipu muslihat yang paling sulit adalah menyifatkan kebathilan dalam bentuk kebenaran pada ucapan orang-orang yang pandai.

- Tidak ada yang dapat menghiburmu kecuali kebenaran dan tidak ada yang menjadikanmu bersedih kecuali kebathilan. Maka, sekiranya engkau menerima dunia mereka niscaya mereka akan menyukaimu, dan sekiranya engkau memakan darinya niscaya mereka akan melemahkanmu.

- Demi Allah, aku benar-benar akan membelah perut kebathilan, sehingga aku dapat mengeluarkan kebenaran dari lambungnya.

- Sesungguhnya yang mencegah seseorang untuk mengatakan yang benar adalah karena ia telah lupa kepada akhirat.

- Setiap ada dua seruan yang bertentangan, pasti salah satunya sesat.

- Wahai manusia, barangsiapa mengetahui kredibilitas saudaranya dalam hal agamanya dan ia berada pada jalan yang lurus, maka janganlah ia mendengarkan gunjingan orang-orang terhadapnya. Sebab, seorang pemanah yang melepaskan panahnya terkadang meleset dari sasarannya, demikian pula dengan pembicaraan, terkadang ia direkayasa dan kebathilannya membinasakan. Demi Allah yang Maha Mendengar dan Maha Menyaksikan, ketahuilah sesungguhnya jarak antara kebenaran dan kebathilan itu hanya empat jari saja.

- Orang yang mencari kebenaran lalu ia keliru tidaklah sama dengan orang yang mencari kebathilan lalu ia mendapatkannya.

- Janganlah kalian lari dari kebenaran seperti larinya binatang ternak yang sehat dari ternak yang berpenyakit kudis, dan orang yang sehat dari orang yang berpenyakit.

- Orang yang hina itu mulia di sisiku sehingga aku mengembalikan kepadanya haknya yang terampas, sedangkan orang yang kuat itu lemah di sisiku sehingga aku mengambil hak yang bukan haknya darinya.

- Sesungguhnya orang yang paling utama di sisi Allah adalah orang yang lebih mencintai perbuatan yang benar walaupun itu menyebabkan kerugian dan kesusahan, daripada kebathilan walaupun itu menyebabkannya mendapatkan faedah.

- Kebathilan adalah apa yang kau katakan, “Aku telah mendengar ... “, sedangkan kebenaran adalah apa yang kau katakan, “Aku telah melihat ... “

- Sesungguhnya akan datang kepada kalian sepeninggalku suatu zaman yang di dalamnya tidak ada sesuatu yang lebih tersembunyi daripada kebenaran, dan tidak ada yang lebih tampak kecuali kebathilan, dan tidak ada yang lebih banyak daripada orang yang berdusta terhadap Allah dan Rasul-Nya.


*******************************************************************************
Kata-kata Imam ‘Ali bin Abi Thalib ra. tentang “Kebenaran & Kebathilan”, diambil dari terjemahan “Al-Imam ‘Ali: al-Mukhtar min Bayaanihi wa Hikamihi” karya Syaikh Fadhullah al-Hairi.

Friday, August 25, 2017

"Sesungguhnya hati itu bisa bosan sebagaimana badan pun bisa bosan (letih), karena itu carikanlah untuknya hiburan yang mengandung hikmah"- Ali bin Abi Thalib

Friday, February 24, 2017

Imam Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bernama Zi’lib Al-Yamani,




“Apakah Anda pernah melihat Tuhan?”
Beliau menjawab, “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?”
“Bagaimana Anda melihat-Nya?” tanyanya kembali.
Sayyidina Ali ra menjawab “Dia tak bisa dilihat oleh mata dengan pandangan manusia yang kasat, tetapi bisa dilihat oleh hati”

Monday, January 23, 2017

"Lebih mudah menghancurkan gunung menjadi debu daripada menanamkan cinta pada hati yg penuh dengan kebencian."
(Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu)
Dia telah memerintahkanmu untuk mengajukan permohonan kepada-Nya, agar Dia bisa memberimu apa yang kau minta. Dia mendambakan agar Ia melimpahkan rahmat-Nya pada dirimu.
Tak seorang pun yang dapat menjadi penghalang antara kau dan Dia, dan tiada Dia membuatmu perlu mencari perantara yang menghubungkan kau dengan Dia.
Tiada Dia akan mencegahmu bertaubat bila kau melakukan keburukan, dan tiada pula dia akan menyegerakan hukuman bila kau melanggar larangan-Nya.
Ia tidak mengejekmu bila pada akhirnya kau kembali pada-Nya, dan tidak akan membeberkan aib dosa-dosamu meski sesungguhnya itu lebih patut kau terima. Ia takkan mempersulit penerimaan tobatmu, dan Ia takkan mengungkit-ungkit kesalahanmu.
Dia tidak akan pernah membuatmu putus asa dari rahmat-Nya. Bahkan bila engkau mengurungkan niatmu untuk melakukan suatu dosa, Ia akan menghitungnya sebagai sebuah perbuatan baik yang layak diberi pahala. Ia hanya menghitung setiap pelanggaran setara satu dosa, namun setiap kebaikan yang kau lakukan dihitung-Nya setara dengan sepuluh kali lipatnya.
Pintu-Nya selalu terbuka bila kau ingin kembali pada-Nya. Kesempatan diberikan-Nya bila kau berkehendak memperbaiki dirimu di hadapan-Nya. Bila kau memanggil, Dia mendengar panggilanmu. Bila kau bermunajat, Dia mendengar bisikan hatimu.
Kau selalu dan selalu diberi-Nya waktu untuk menyampaikan segala hajat dan keinginanmu. Atau memohon agar Dia menghilangkan segala kesusahanmu. Atau mengharap pertolongan-Nya dalam segala urusanmu.
Maka janganlah kau berputus asa bila Ia tak segera menjawab permohonanmu. Ketahuilan, pemberian-Nya selalu sesuai dengan niat yang menyertai setiap permintaanmu.
(Ali r.a)

Thursday, December 22, 2016

Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit. Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba dalam amanah, keikhlasan dan kejujuran. Maka jangan katakan pada Allah bahwa aku memiliki masalah, tetapi katakan pada masalah bahwa aku memiliki Allah Yang Maha Segalanya ...

-Sayyidina Ali ra.-

Monday, December 5, 2016

Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada siapa yang mengenal dirinya, yang tidak melanggar batas dirinya, yang menjaga lisannya, dan yang tidak menyia-nyiakan hidupnya di dunia ini ... -Sayyidina Ali ra-

Sunday, October 18, 2015

Apabila seseorang meninggalkan agama dalam upaya "memperbaiki" urusan dunianya, maka Allah pasti akan membuka pintu kerusakan yang lebih lebar lagi ... (Sayyidina Ali ra)

Syafaat Al Qur'an

Ketahuilah bahwasanya Al-Qur’an adalah pemberi nasihat yang tulus dan tidak pernah menipu, pemberi petunjuk yang tidak pernah menyesatkan dan pembicara yang tidak pernah berdusta. Tidak seorang pun yang berkawan dengannya melainkan ia pasti memperoleh kelebihan dan kekurangan, yaitu kelebihan dalam kebenaran dan kekurangan dalam kebutaan hati.
Ketahuilah, tiada suatu kebutuhan setelah Al-Qur’an dan tiada suatu kecukupan sebelum Al-Qur’an. Jadikanlah ia sebagai penawar segala penyakit yang engkau derita dan penolong dalam mengatasi segala nestapa. Ia adalah obat bagi segala penyakit yang paling parah berupa kekufuran, kemunafikan, kebodohan, dan kesesatan. Mintalah kepada Allah segala kebaikan dengan mengikuti Al-Qur’an. Mendekatlah kepada Allah dengan mencintai Al-Qur’an, dan janganlah memperalatnya demi mendapatkan sesuatu dari hamba-hamba Allah dengannya.
Tiada sebaik Al-Qur’an yang dapat dibawa seseorang ketika menghadap kepada Tuhan-nya. Ia adalah pemberi syafaat yang telah memperoleh izin dan dikabulkan syafaatnya. Ia adalah pembicara yang dipercaya ucapannya. Barangsiapa disyafaatkan oleh Al-Qur’an di Hari Kiamat maka akan dikabulkan syafaatnya. Barangsiapa terbongkar rahasianya oleh Al-Qur’an di Hari Kiamat, niscaya takkan dapat menghindar. Akan terdengar suatu seruan di Hari Kiamat, “Hai, sesungguhnya setiap penanam akan menjalani ujian atas tanamannya serta akibat-akibat dari usahanya, kecuali para penanam kebenaran Al-Qur’an!”
Oleh karena itu, jadilah kamu di antara para penanam dan pengikutnya. Jadikanlah ia sebagai penunjuk jalan menuju Tuhan-mu. Ikutilah nasihatnya dan curigailah pendapatmu sendiri jika berlawanan dengannya, dan kecenderungan nafsumu jika menyimpang darinya.
Tetapkanlah dirimu dalam kebaikan amal, dan ingatlah akan kedatangan akhir hayatmu. Tabahkanlah dirimu dalam istiqamah, kesabaran, serta kebersihan jiwa. Masing-masing kamu pasti akan sampai di akhir hidupnya, karena itu jemputlah hal tersebut dengan pertobatan dan kebaikan. Kamu memiliki panji Al-Qur’an, maka bernaunglah selalu di bawahnya.
-Washiyah Sayyidina Ali ra. tentang Al-Qur’an-

Wednesday, July 3, 2013

Dunia dan Akhirat

Dunia dan Akhirat

  • Dunia adalah kendaraan seorang Mukmin, yang dengannya dia berangkat menuju Tuhannya. Maka, perbaikilah kendaraan kalian, niscaya ia akan menyampaikan kepada Tuhan kalian.

  • Pernah seseorang mencela dunia di sisi Imam Ali r.a., maka Imam berkata: “Dunia adalah negeri kebenaran bagi yang membenarkannya. Negeri keselamatan bagi yang mengetahui tentangnya. Negeri kekayaan bagi yang mengambil bekal darinya. Tempat turunnya wahyu Allah. Tempat shalat para wali-Nya. Masjid para nabi-Nya. Dan tempat jual-beli para wali-Nya. Mereka beruntung dengan mendapatkan rahmat darinya dan di dalamnya mereka mengharapkan surga.”

  • Ketahuilah, wahai hamba-hamba Allah, bahwa kalian dan keadaan kalian di dunia ini seperti orang-orang yang sebelum kalian. Mereka ini usianya lebih panjang daripada kalian, negerinya lebih makmur daripada kalian, dan lebih jauh jejaknya (peninggalannya). Suara-suara mereka tidak terdengar lagi. Jasad-jasad mereka telah hancur. Rumah-rumah mereka kosong. Dan jejak-jejak mereka terhapus.

  • Keluarkanlah hati kalian dari dunia ini sebelum badan kalian keluar darinya. Di dalam dunia ini kalian diuji dan untuk selainnya kalian diciptakan. Sesungguhnya ketika seseorang meninggal, orang-orang berkata, “Apa yang ditinggalkannya?” Sebaliknya, malaikat berkata, “Apa yang dibawanya?” Maka, nafkahkanlah sebagian harta kalian sebagai pinjaman yang baik bagi Allah. Janganlah kalian meninggalkan seluruh harta kalian (sebagai warisan) karena hal itu akan menjadi beban (yang akan dimintai pertanggungjawabannya) atas kalian.

  • Ketahuilah, sesungguhnya dunia yang kalian harapkan dan kalian sukai, yang karenanya kalian menjadi marah dan karenanya pula kalian menjadi puas, bukanlah negeri kalian, bukan tempat tinggal kalian yang kalian diciptakan untuknya, dan bukan pula yang kalian diseru kepadanya.


  • Janganlah kalian berlomba-lomba dalam kemuliaan dunia dan kebanggaannya. Jangan terpesona dengan perhiasannya dan kesenangannya. Dan jangan pula bersedih dengan musibah dan kesengsaraannya. Sebab, kemuliaan dunia dan kebanggaannya terputus. Perhiasannya akan sirna. Musibah dan kesengsaraannya akan hilang.
(Imam Ali bin Abi Thalib kw)

Friday, May 10, 2013

Kemarahan dan Kedunguan (Imam Ali kw)




  • Permulaan marah adalah kegilaan, sedangkan akhirnya adalah penyesalan.

  • Janganlah kemarahan mendorongmu berbuat dosa karena ia hanya menyembunyikan kemarahanmu, sementara engkau telah menjadikan agamamu sakit.

  • Hati-hatilah terhadap kemarahan dari apa yang mendorongmu padanya karena sesungguhnya ia mematikan aktivitas berpikir dan menghalangi pembuktian.

  • Sedikit marah sudah terlalu banyak dalam menyusahkan jiwa dan akal.

  • Kemarahan mengobarkan dendam yang terpendam.

  • Tidak akan berjalan kemuliaan marah dengan kehinaan meminta maaf.

  • Janganlah memutuskan hukuman ketika engkau dalam keadaan marah.

  • Sisakanlah untuk ridhamu dari kemarahanmu, dan jika engkau terbang, hinggaplah di tempat yang dekat.

  • Kemarahan orang bijak terletak pada perbuatannya, sedangkan kemarahan orang jahil pada ucapannya.