Showing posts with label Syamsuddin Tabriz. Show all posts
Showing posts with label Syamsuddin Tabriz. Show all posts

Tuesday, August 2, 2022

 Masa lalu adalah sebuah interpretasi.

Masa depan adalah sebuah ilusi.
Dunia tidaklah berjalan linier dalam garis lurus,
bergerak dari masa lalu ke masa depan. Waktu melainkan bergerak di dalam diri kita sendiri, dalam pola spiral yang tak bertepi.
Keabadian (karenanya) bukan bermakna waktu yang selama-lamanya, melainkan sebuah ketiadaan dimensi waktu.
Jika engkau ingin mengalami pencerahan yang abadi, singkirkanlah masa lalu dan masa depan dari pikiranmu dan larutkan dirimu dalam saat ini.
Terjemahan puisi Syams Tabriz dari "The 40 rules of love" oleh Tessa Sitorini

Thursday, May 10, 2018


"Neraka itu ada disini dan sekarang. Begitu juga surga.
(Maka) Berhentilah mengkhawatirkan tantang neraka atau bermimpi tentang surga.
Setiap saat kita jatuh cinta, kita sedang melangit ke surga. Setiap saat kita membenci, mendengki atau berseteru dengan seseorang, (Pada saat itu) kita langsung terjatuh ke dalam api neraka.
- Syamsuddin Tabriz