Showing posts with label Akal. Show all posts
Showing posts with label Akal. Show all posts

Sunday, October 25, 2020

 Orang yang berakal tidak takut pada kecaman orang yang mengecam. Dia hanya takut kepada Allah. Dia tuli terhadap semua kecaman selain kecaman Allah. Semua makhluk dalam pandangannya adalah lemah, sakit dan fakir. Contoh orang yang berakal adalah para ulama yang dapat mengambil manfaat dari ilmu yang mereka miliki. Para ulama yang benar-benar memahami syariat dan hakikat agama Islam merupakan “dokter-dokter” agama yang bertugas memperbaiki kerusakan agama.


- Syaikh Abdul Qadir Jailani

Saturday, May 13, 2017

Segala yang dapat kamu pikir itu fana.
Yang tidak dapat terpikirkan, itulah Tuhan!

- Jalaluddin Rumi (M II 3107)

Monday, July 23, 2012

Sombong vs Akal

Muhammad ibn al Husain ibn Ali r.a. berkata: “Tidak masuk sedikit pun kesombongan dalam hati seseorang, melainkan berkurang akalnya menurut kadar kesombongan itu.” (Al Ghazali, Mukasyafah Al Qulub)

Kisah Penciptaan Akal

Telah berkata Imam Ja'far Ash-Shaadiq: "Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan 'Aql (akal hati), dan ia adalah makhluk pertama Alam Arwah (Ruhiyyah) yang berada di sisi kanan Arsy Allah, yang tercipta dari Cahaya-Nya. Lalu Dia berfirman kepadanya, 'Berbaliklah!', maka 'Aql pun berbalik. Kemudian Dia berkata, 'Menghadaplah!', maka 'Aql pun menghadap. Allah swt pun berfirman, 'Telah Aku ciptakan engkau sebagai ciptaan yang agung, dan telah Aku muliakan engkau di atas segenap mahluk-Ku!' Kemudian Dia menciptakan Jahl (kebodohan) dari laut yang amat asin dan gelap. Lalu Dia berfirman kepadanya, 'Berbaliklah!', maka Jahl pun berbalik. Dan kemudian Dia berkata, 'Menghadaplah!', namun ia tidak menghadap. Maka Dia berkata kepada Jahl, 'Sesungguhnya engkau telah takabur!', dan Dia pun melaknat Jahl. Kemudian Allah swt menetapkan bagi 'Aql 75 tentara akal. Ketika Jahl melihat kemuliaan yang telah Allah berikan kepada 'Aql dan apa yang telah Allah swt timpakan kepadanya, ia pun menyimpan permusuhan kepada 'Aql. Lalu Jahl berkata kepada-Nya, 'Ya Tuhanku, ia adalah ciptaan-Mu sebagaimana aku, telah Engkau ciptakan ia dan telah Engkau muliakan ia, serta telah Engkau berikan kekuatan kepadanya, sedang aku sebagai lawannya tiada kekuatan bagiku atasnya? Maka berilah aku tentara sebagaimana Engkau telah memberikan tentara kepadanya'. Allah swt pun berkata, 'Ya, namun jika setelah ini engkau bermaksiat kepada-Ku, niscaya akan Aku keluarkan engkau beserta para tentaramu dari Rahmat-Ku!' Jahl berkata, 'Aku rela!', maka Dia pun memberinya 75 tentara kebodohan" -Diambil dari buku "Insan Ilahiah" (Syarh-e Hadits-e Junud-e 'Aql wa Jahl), karya Imam Khomeini-

Kumpulan Hadits Tentang Akal

Syarah Mukhtaarul Ahaadits Sayyid Ahmad Al-Hasyimi Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-9, 2008 10. Hai Ibnu Adam! Taatlah kepada Rabb-mu, maka kamu termasuk orang berakal, dan janganlah mendurhakai-Nya karena kamu akan dinamai seorang yang jahil. (Riwayat Abu Na’im melalui Abu Hurairah ra) 554. Pikirkanlah dahulu sebelum mengerjakan suatu perkara (khudzil amr bi tadbir), epabila engkau melihat akibatnya baik, maka kerjakanlah, dan apabila engkau khawatir tersesat, maka tahanlah dirimu. (Riwayat Abdur Razzaq dari Anas ra) 964. Manusia itu akan senantiasa bertanya hingga mereka mengatakan, “Inilah Allah Pencipta segala sesuatu, maka siapakah yang menciptakan Allah?” (Riwayat Anas ra) Penjelasan: Yatasaa-aluuna, saling menanya. Makna yang dimaksud ialah selalu mengadakan hipotesis untuk membenarkan firasat atau jalan pikirannya. Hadis ini mengandung makna celaan yang pedas terhadap orang yang menjadikan akal pikirannya di atas segala-galanya, hingga hidayah Allah pun dikesampingkannya. 1044. Tiada sesuatu pun yang diciptakan oleh Allah di bumi ini lebih kecil daripada akal dan sesungguhnya akal di bumi ini merupakan hal yang lebih kecil daripada fosfor merah (al ahmar) (Riwayat Ibnu Asakir) 1371. Tiada akal seperti kebijaksanaan, dan tiada wara’ seperti mencegah diri (dari maksiat), serta tiada keutamaan seperti akhlak yang baik. (Riwayat Ibnu Majah)